Lewati ke konten utama

Panduan

Panduan fitur SIFASYA

Pilih fitur di panel kiri untuk melihat penjelasan, rumus perhitungan, sumber data, dan contoh. Versi engine falak: falak-core@1.0.0.

Dasar & istilah umum

Penjelasan

Hampir semua perhitungan astronomi SIFASYA memakai primitif posisi Matahari dan Bulan berbasis rumus low-precision/abridged Jean Meeus (Astronomical Algorithms). Presisinya setingkat menit busur — cukup untuk edukasi dan perencanaan, bukan navigasi presisi tinggi atau penetapan hukum.

Istilah

Julian Day (JD)
Penomoran hari kontinu sejak 1 Januari 4713 SM. Semua waktu dikonversi ke UTC lalu ke JD. Epoch J2000,0 = 2451545,0.
Deklinasi (δ)
Sudut benda langit terhadap ekuator langit, analog "lintang" di bola langit.
Right Ascension (α)
Analog "bujur" di bola langit, diukur dalam jam.
Altitude (alt)
Tinggi benda di atas horizon dalam derajat.
Azimut
Arah kompas dari utara sejati: 0° U, 90° T, 180° S, 270° B.
Sudut jam (H)
Selisih antara waktu sidereal lokal dan right ascension benda.

Rumus perhitungan

Ketinggian benda (altitude)
sin(alt) = sin(φ)·sin(δ) + cos(φ)·cos(δ)·cos(H)

dengan: φ = lintang pengamat, δ = deklinasi benda, H = sudut jam = LST − α, LST = GMST + bujur.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

SF-02

Jadwal salat

Buka fitur ↗

Penjelasan

Waktu salat dihitung dengan pendekatan angle-based (gaya PrayTimes): tiap waktu adalah momen ketika Matahari berada pada sudut altitude tertentu, dihitung dari deklinasi Matahari dan equation of time. Default aplikasi memakai parameter Indonesia; tersedia juga sumber AlAdhan dan API Indonesia.

Istilah

Equation of Time (EoT)
Selisih antara waktu Matahari sejati dan waktu Matahari rata-rata.
Transit / Zuhur
Saat Matahari melewati meridian (titik tertinggi) lokasi.

Rumus perhitungan

Sudut jam untuk sebuah altitude
          sin(alt) − sin(φ)·sin(δ)
cos(H) = ─────────────────────────────
              cos(φ)·cos(δ)

dengan: alt = sudut acuan tiap waktu salat (mis. −20° untuk Subuh, −18° untuk Isya).

Waktu salat dari sudut jam
Zuhur  = 12 − EoT/60 − bujur/15 + offset_zona
Waktu  = Zuhur ∓ H/15   (− sebelum zuhur, + sesudah)

dengan: H dalam derajat; H/15 mengubah derajat ke jam.

Asar (panjang bayangan)
cot(alt_asar) = k + tan|φ − δ|

dengan: k = 1 (Standar/Syafii) atau 2 (Hanafi).

Metode yang tersedia

Metode Subuh Isya Asar
Perhitungan aplikasi — parameter Indonesia 20° 18° Standar
Perhitungan aplikasi — Muslim World League 18° 17° Standar
Perhitungan aplikasi — Egyptian General Authority 19.5° 17.5° Standar
Perhitungan aplikasi — Umm al-Qura 18.5° 90 mnt stlh Maghrib Standar

Sumber data

Hybrid: perhitungan lokal + pihak ketiga

  • Perhitungan lokal SIFASYA (default) — tanpa internet, parameter Indonesia (Subuh 20°, Isya 18°).
  • AlAdhan API method 20 (Kemenag) — https://aladhan.com/prayer-times-api
  • API Indonesia — https://apiindonesia.id/produk/jadwal-sholat/ (menyatakan sumber Kemenag, butuh API key).

Contoh perhitungan

Contoh: Subuh di Padangsidimpuan

  1. Lokasi φ = −1,38°, bujur = 99,27°, tanggal 7 Okt 2026.
  2. Deklinasi Matahari δ ≈ −5,6°; sudut Subuh alt = −20°.
  3. cos(H) = (sin(−20) − sin(−1,38)·sin(−5,6)) / (cos(−1,38)·cos(−5,6)) ≈ −0,3446.
  4. H = arccos(−0,3446) ≈ 110,16° → 110,16/15 ≈ 7,34 jam sebelum zuhur.
  5. Zuhur ≈ 12:14 → Subuh ≈ 12:14 − 7:20 ≈ 04:54 WIB.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

SF-03

Arah kiblat

Buka fitur ↗

Penjelasan

Arah kiblat adalah initial great-circle bearing dari lokasi Anda menuju Ka'bah (lintang 21.4224779°, bujur 39.8251832°), diukur dari utara sejati. Dihitung geometris, tidak memerlukan API.

Istilah

Great-circle bearing
Arah awal rute terpendek pada permukaan bola Bumi.
Haversine
Rumus jarak dua titik pada bola dari lintang/bujur.

Rumus perhitungan

Bearing kiblat
θ = atan2( sin(Δλ)·cos(φ₂),  cos(φ₁)·sin(φ₂) − sin(φ₁)·cos(φ₂)·cos(Δλ) )

dengan: φ₁ = lintang Anda, φ₂ = lintang Ka'bah, Δλ = bujur Ka'bah − bujur Anda. Hasil dinormalkan ke 0–360°.

Jarak great-circle (Haversine)
a = sin²(Δφ/2) + cos(φ₁)·cos(φ₂)·sin²(Δλ/2)
d = R · 2 · atan2( √a, √(1−a) )

dengan: R = radius Bumi rata-rata 6371,0088 km.

Sumber data

Perhitungan lokal (geometri)

  • Tanpa API. Koordinat Ka'bah dari config falak.

Contoh perhitungan

Contoh: Jakarta ke Ka'bah

  1. φ₁ = −6,2088°, λ₁ = 106,8456°; φ₂ = 21,4225°, λ₂ = 39,8252°.
  2. Δλ = 39,8252 − 106,8456 = −67,0204°.
  3. y = sin(Δλ)·cos(φ₂) ≈ −0,857; x = cos(φ₁)·sin(φ₂) − sin(φ₁)·cos(φ₂)·cos(Δλ) ≈ 0,323.
  4. θ = atan2(y, x) ≈ −69,3° → +360 ≈ 295° dari utara sejati.
  5. Jarak ≈ 7.900 km.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-003

Rashdul kiblat

Buka fitur ↗

Penjelasan

Momen ketika bayangan benda tegak menunjuk arah kiblat, yaitu saat azimut Matahari sejajar garis kiblat. SIFASYA memindai tiap menit sepanjang hari lalu mempertajam dengan metode bisection.

Istilah

Bisection
Metode numerik mempersempit rentang waktu untuk menemukan momen tepat.

Rumus perhitungan

Syarat peristiwa
Menuju kiblat   : azimut_Matahari = azimut_kiblat + 180°
Menjauhi kiblat : azimut_Matahari = azimut_kiblat

dengan: Syarat tambahan: altitude Matahari > 0,5°, toleransi 0,25°, tanpa refraksi.

Sumber data

Perhitungan lokal (geometri)

  • Tanpa API. Memakai posisi Matahari lokal + azimut kiblat.

Contoh perhitungan

Cara pakai

  1. Hitung azimut kiblat lokasi (lihat Arah kiblat).
  2. Pindai azimut Matahari tiap menit sepanjang hari.
  3. Saat azimut Matahari ≈ azimut kiblat (atau +180°), itulah waktu Rashdul.
  4. Berdirikan benda tegak; arah bayangan = arah kiblat.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

SF-04

Almanak Hijriah–Masehi

Buka fitur ↗

Penjelasan

Kalender dua penanggalan. Jika publikasi resmi tersedia dipakai lebih dulu; jika tidak, dipakai konversi tabular Islamic civil calendar dan dilabeli provisional.

Istilah

JDN
Julian Day Number (bilangan bulat hari) untuk konversi antar kalender.
Tabular civil calendar
Kalender Hijriah aritmetika dengan pola tahun kabisat 30-tahunan.

Rumus perhitungan

Masehi → JDN
a = ⌊(14 − bulan)/12⌋
y = tahun + 4800 − a;   m = bulan + 12a − 3
JDN = hari + ⌊(153m+2)/5⌋ + 365y + ⌊y/4⌋ − ⌊y/100⌋ + ⌊y/400⌋ − 32045

dengan: ⌊ ⌋ = pembulatan ke bawah.

JDN → Hijriah
tahun  = ⌊(30·(JDN − epoch) + 10646) / 10631⌋

dengan: epoch = JDN awal kalender Hijriah (1 Muharam 1 H).

Sumber data

Hybrid: publikasi resmi + hitung

  • Publikasi resmi terimpor (jika ada) → label resmi.
  • Konversi tabular → label computed/provisional.

Contoh perhitungan

Contoh

  1. 7 Oktober 2026 → JDN dihitung dari rumus di atas.
  2. JDN dikonversi ke Hijriah → sekitar 25 Rabiulakhir 1448 H (tabular).
  3. Hasil tabular bisa berbeda 1 hari dari penetapan resmi.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-004

Posisi Matahari

Buka fitur ↗

Penjelasan

Menghitung azimut, altitude, deklinasi, right ascension, hour angle, equation of time, serta terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk lokasi dan waktu tertentu.

Istilah

GMST
Greenwich Mean Sidereal Time, waktu sidereal di Greenwich.

Rumus perhitungan

Posisi geosentrik (ringkas Meeus)
g = 357,529 + 0,98560028·D      (anomali rata-rata)
q = 280,459 + 0,98564736·D      (bujur rata-rata)
L = q + 1,915·sin(g) + 0,020·sin(2g)   (bujur ekliptika)
δ = arcsin( sin(23,439°)·sin(L) )

dengan: D = JD − 2451545,0 (hari sejak J2000,0).

Terbit / terbenam
Dicari saat altitude = −0,833°  (refraksi + semidiameter)

dengan: Transit saat sudut jam H = 0, lalu diperhalus iteratif.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Rumus low-precision Meeus. Untuk presisi tinggi bandingkan JPL Horizons/USNO.

Contoh perhitungan

Contoh: deklinasi 7 Okt 2026

  1. D = JD(2026-10-07) − 2451545,0 ≈ 9775,5.
  2. g, q, L dihitung dari rumus di atas.
  3. δ = arcsin(sin 23,439°·sin L) ≈ −5,6° (Matahari di selatan ekuator).

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-005 / SF-08

Posisi & fase Bulan

Buka fitur ↗

Penjelasan

Posisi Bulan memakai deret utama abridged Meeus (bab 47). Altitude dikoreksi paralaks (topocentrik) karena Bulan dekat; paralaks horizontalnya ~1° memengaruhi ketinggian nyata. Fase dan iluminasi dihitung dari elongasi Matahari–Bulan.

Istilah

Elongasi
Pisah sudut antara Matahari dan Bulan dilihat dari Bumi.
Paralaks
Pergeseran posisi tampak karena pengamat di permukaan Bumi, bukan di pusat.
Bulan sinodik
Periode fase rata-rata 29,53 hari.

Rumus perhitungan

Iluminasi (fraksi terang)
             1 + cos(180° − elongasi)
iluminasi = ───────────────────────────── × 100%
                        2

dengan: elongasi 0° = bulan baru (0%), 180° = purnama (100%).

Sudut fase
fase = bujur_ekliptika_Bulan − bujur_ekliptika_Matahari

dengan: 0° baru, 90° kuartal awal, 180° purnama, 270° kuartal akhir.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Rumus abridged Meeus. Pembanding: USNO/NASA (tidak dipanggil tiap kunjungan).

Contoh perhitungan

Contoh: iluminasi saat elongasi 90°

  1. iluminasi = (1 + cos(180° − 90°)) / 2 = (1 + cos 90°)/2 = (1 + 0)/2 = 0,5.
  2. Artinya 50% piringan terang (kuartal).

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-007

Hilal

Buka fitur ↗

Penjelasan

Parameter hilal dihitung pada saat Matahari terbenam: tinggi & azimut Bulan, elongasi, iluminasi, umur Bulan sejak ijtimak, dan lag time (selisih terbenam Bulan dan Matahari). Dievaluasi terhadap kriteria Neo-MABIMS.

Istilah

Ijtimak
Konjungsi — saat bujur Bulan dan Matahari sama (bulan baru astronomis).
Lag time
Selisih waktu terbenam Bulan dikurangi terbenam Matahari.

Rumus perhitungan

Kriteria Neo-MABIMS (2021)
tinggi_Bulan ≥ 3°   DAN   elongasi ≥ 6,4°

dengan: Keduanya diukur saat Matahari terbenam. Indikatif, bukan keputusan.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Rumus abridged Meeus. Penetapan awal bulan tetap melalui sidang isbat Kemenag.

Contoh perhitungan

Contoh evaluasi

  1. Saat maghrib: tinggi Bulan 4,2°, elongasi 7,1°.
  2. 4,2 ≥ 3 (ya) dan 7,1 ≥ 6,4 (ya) → memenuhi Neo-MABIMS.
  3. Catatan: ini indikasi, bukan penetapan resmi.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-012

Kondisi rukyat

Buka fitur ↗

Penjelasan

Menggabungkan parameter hilal (hitung lokal) dengan prakiraan cuaca BMKG (tutupan awan, kelembapan, jarak pandang) sebagai konteks pengamatan di lapangan.

Istilah

Tutupan awan
Persentase langit tertutup awan; makin kecil makin baik untuk rukyat.

Sumber data

Hybrid: hitung lokal + BMKG

  • Parameter hilal = perhitungan aplikasi.
  • Cuaca = BMKG (pihak ketiga), ditampilkan dengan waktu pengambilan.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-009

Ephemeris

Buka fitur ↗

Penjelasan

Tabel harian Matahari dan Bulan (terbit/transit/terbenam, deklinasi, equation of time, iluminasi, fase) dihitung pada tengah hari lokal tiap tanggal, hingga 62 hari.

Rumus perhitungan

Isi tabel
Tiap baris = posisi Matahari & Bulan pada tengah hari lokal

dengan: Memakai rumus Posisi Matahari dan Posisi Bulan.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Engine abridged Meeus. Untuk presisi tinggi rujuk JPL/USNO.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-010

Gerhana

Buka fitur ↗

Penjelasan

SIFASYA memindai ijtimak (kandidat gerhana Matahari) dan purnama (kandidat gerhana Bulan) tiap bulan sinodik, lalu menandai kandidat ketika Bulan cukup dekat dengan titik simpul (lintang ekliptika kecil).

Istilah

Simpul (node)
Titik potong orbit Bulan dengan bidang ekliptika.

Rumus perhitungan

Kriteria kandidat
|lintang_ekliptika_Bulan| kecil saat ijtimak/purnama → kandidat gerhana

dengan: Perkiraan kejadian; bukan magnitudo, durasi, jalur, atau waktu kontak.

Sumber data

Perhitungan lokal (perkiraan)

  • Untuk data resmi: NASA Eclipse (eclipse.gsfc.nasa.gov) dan BMKG (bmkg.go.id/gerhana).

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-011

Peta visibilitas hilal

Buka fitur ↗

Penjelasan

Parameter hilal dievaluasi di sejumlah ibu kota provinsi untuk satu tanggal, lalu tiap titik diklasifikasikan: memenuhi, marginal, atau belum.

Rumus perhitungan

Klasifikasi
Memenuhi : tinggi ≥ 3° dan elongasi ≥ 6,4°
Marginal : tinggi ≥ 2° dan elongasi ≥ 5°
Belum    : di bawah ambang atau sebelum ijtimak

dengan: Peta parameter per-wilayah, bukan Islamic Lunar Date Line resmi.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Memakai engine hilal untuk tiap titik.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-015

Audit & perbandingan metode

Buka fitur ↗

Penjelasan

Membandingkan waktu salat antar metode (Standar Indonesia, MWL, Egypt, Umm al-Qura) untuk satu lokasi/tanggal. Semua baris dihitung dengan engine yang sama; perbedaannya murni dari parameter sudut Subuh/Isya dan metode Asar.

Rumus perhitungan

Selisih antar metode
selisih = waktu_metode − waktu_metode_acuan   (dalam menit)

dengan: Acuan = metode default aplikasi.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Satu engine, parameter berbeda per metode.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

SF-09

Cuaca

Buka fitur ↗

Penjelasan

Prakiraan cuaca diambil dari API publik BMKG berdasarkan kode wilayah tingkat IV (adm4). Lokasi GPS dipetakan ke kode adm4 melalui OpenStreetMap/Nominatim dan katalog Kepmendagri 2022.

Istilah

adm4
Kode wilayah administrasi tingkat IV (desa/kelurahan) Kepmendagri.

Sumber data

Sumber pihak ketiga (BMKG)

  • Prakiraan: BMKG — https://api.bmkg.go.id/publik/prakiraan-cuaca?adm4={kode}
  • Pemetaan lokasi: OpenStreetMap/Nominatim + katalog Kepmendagri 2022.
  • Ditampilkan dengan waktu produksi dan waktu pengambilan data.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

SF-01

Jam Indonesia

Buka fitur ↗

Penjelasan

Jam berjalan dengan penghitung monotonic di perangkat dan disinkronkan ke server setiap lima menit. Label "Acuan BMKG terverifikasi" hanya tampil bila bukti sinkronisasi yang masih berlaku tersimpan.

Istilah

NTP
Network Time Protocol — protokol sinkronisasi waktu.

Sumber data

Hybrid

  • Jam server aplikasi; acuan BMKG ntp.bmkg.go.id (bukan JSON API publik).

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

FAL-014

Ekspor & cetak

Buka fitur ↗

Penjelasan

Jadwal salat bulanan dan tabel ephemeris dapat diunduh sebagai CSV, JSON, atau ICS. Setiap berkas menyertakan baris provenance: lokasi, sumber, waktu dibuat, dan versi engine.

Istilah

ICS
Format kalender (iCalendar) yang bisa diimpor ke aplikasi kalender.

Sumber data

Perhitungan lokal

  • Data dari engine lokal; bukan jadwal resmi Kemenag.

Hasil perhitungan aplikasi bersifat edukatif. Penetapan resmi mengikuti otoritas berwenang (mis. Kemenag, BMKG).

Asisten SIFASYA

Jawaban FAQ terkurasi

Halo, saya SIFASYA. Saya membantu menjawab pertanyaan tentang layanan, jadwal salat, kiblat, almanak, dan informasi falak.

Lihat semua FAQ